PKS Masih Cari Pasangan Wakil Mahyeldi Untuk Pilkada Padang 

0
41

Info Parlemen. 8/11/17.  DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang buka suara terkait Pilkada Kota Padang 2018 mendatang. Meski PKS sudah memastikan akan mengusung Mahyeldi, namun hingga kini, partai itu juga masih belum bisa menemukan pasangan yang cocok untuk mendampingi calon pertahana tersebut.
“PKS sudah pasti akan mengusung Walikota Padang saat ini Mahyeldi dalam Pilkada. SK-nya sebaagai calon Walikota Padang sudah keluar dari DPP PKS. Tinggal lagi mencari pasangan calon Wakil Walikotanya saja,” kata Ketua DPD PKS Kota Padang Gufron, Rabu (8/11) di kantor DPD PKS Padang.

Dikatakan, hingga saat ini, PKS juga masih menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan partai lain, karena sesuai aturan PKS juga tidak punya cukup kursi untuk mengusung sendiri pasangan calon.

“Kami cuma punya lima kursi, jadi masih kurang empat kursi lagi. Kami membuka diri berkoalisi dengan partai mana saja. Komunikasi juga sudah dijalin dengan beberapa partai,” terang Gufron didampingi Sekretaris DPD PKS Padang Muharlion.

Menurutnya, PKS masih menjajaki dan bekerjasama dengan partai lain untuk pembangunan kota padang yang lebih baik ke depan.

“Semakin banyak koalisi akan makin memberi kemanfaatan yang lebih banyak kepada masyarakat,” katanya.

Namun begitu, keputusan akhir juga bukan mutlak keputusan DPD Padang. “DPD sifatnya hanya mengajukan nama kemudian diteruskan ke DPW dan DPP. Keputusan akhir ada di DPP,” ujarnya.

Terkait calon wakil walikota sendiri, kata Muharlion, syarat utamanya tentu mempunyai atau didukung oleh partai politik. “Meskipun elektabilitasnya tinggi, tapi tak didukung partai, tentu tidak bisa juga diusung, karena kursi PKS tidak mencukupi,” jelasnya.

Diterangkan, mekanisme dalam Pilkada mendatang, katanya dari awal PKS memang tidak buka pendaftaran. Pola yang dikedepankan adalan komunikasi politik. 

“Kalaupun mau buka pendaftaran, mau menerima apa. Karena kami sudah punya calon walikota. Mau buka pendaftaran calon wakil walikota? mau dibawa kemana, PKS tidak punya cukup kursi untuk mengusung sendiri. Makanya yang dikedepankan adalah komunikasi politik, dan itu kini sedang berjalan,” ujarnya.

Dia mengatakan, PKS tentu ingin melanjutkan kepemimpinan Mahyeldi. Cuma siapa pasangannya masih belum jelas. Lobi-lobi masih dilakukan.

Disinggung selama ini, terkesan PKS dan Mahyeldi lebih banyak diam soal Pilkada, Muharlion mengatakan, memang secara organisasi, PKS meminta Mahyeldi untuk fokus bekerja menyelesaikan PR-PR pembangunan Kota Padang.

“Sebab, jika suda mendaftar, pada Februari 2018 beliau sudah cuti, tentu tidak bisa mengambil kebijakan lagi terkait pembangunan. Makanya hingga akhir tahun ini, PKS minta dia untuk fokus saja menjalankan tugas sebagai walikota. Soal Pilkada, partai yang mengurus, makanya kami membentuk tim,” pungkasnya. (nrs)